Studi Pustaka Adalah: Fungsi, Manfaat, dan Cara Melakukan

Bagi kamu yang sedang mengerjakan skripsi, penelitian, atau karya ilmiah tentu harus mencantumkan studi pustaka dari buku, jurnal, artikel, dan lain-lain. Dari sinilah, penulis atau peneliti bisa menemukan dasar teori, memperkuat argumen, sekaligus mendapatkan inspirasi …

studi pustaka

Bagi kamu yang sedang mengerjakan skripsi, penelitian, atau karya ilmiah tentu harus mencantumkan studi pustaka dari buku, jurnal, artikel, dan lain-lain. Dari sinilah, penulis atau peneliti bisa menemukan dasar teori, memperkuat argumen, sekaligus mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan tulisan.

Lewat studi pustaka, kamu jadi tahu sejauh mana topik yang kamu angkat sudah pernah dibahas orang lain, bagian mana yang masih bisa dikembangkan, hingga bagaimana cara menyusun kerangka penelitian yang jelas.

Nah pada artikel ini akan dibahas secara lengkap tentang studi pustaka, mulai dari pengertian, jenis, fungsi, dan cara melakukannya. Simak baik-baik!

Pengertian Studi Pustaka

Nah sebelum lanjut, kamu harus tahu apa itu studi pustaka? Studi pustaka atau studi kepustakaan adalah kegiatan mencari dan mengumpulkan informasi yang relevan dengan topik yang sedang di bahas. Informasi ini biasanya diperoleh dari berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, artikel, hingga karya tulis lainnya.

Nah, studi pustaka ini punya peran penting, baik dalam penulisan karya ilmiah maupun non-ilmiah. Dalam penelitian ilmiah, studi pustaka menjadi bagian yang wajib dilakukan karena penelitian harus berangkat dari landasan teori dan data yang sudah ada.

Fungsi Studi Pustaka

Berikut ini adalah beberapa fungsi studi pustaka yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan penelitian:

1. Landasan Teori

Fungsi pertama studi pustaka sebagai landasan teori dalam penelitian. Melalui kegiatan ini, kamu bisa menambahkan berbagai sumber pengetahuan yang relevan dengan topik penelitian yang sedang dikerjakan.

Jadi, karya tulis yang dibuat tidak hanya berdasarkan opini pribadi, tetapi juga didukung oleh teori, penelitian, dan referensi yang sudah ada sebelumnya.

2. Memastikan Teori

Fungsi kedua dari studi pustaka adalah untuk memastikan apakah teori yang kita gunakan dalam karya tulis sudah cukup kuat atau belum. Saat menulis, sering kali kita menyadari bahwa teori yang dimasukkan masih terasa kurang lengkap, atau bahkan ada bagian yang belum terjawab.

3. Memastikan Tulisan

Selain itu, studi pustaka juga berfungsi untuk membandingkan tulisan kita dengan tulisan orang lain. Tenang, bukan berarti kita harus menyalin sampai mirip persis ya, apalagi sampai menjiplak.

Maksudnya, studi pustaka membantu kita memastikan apakah teori atau ide yang kita tulis sudah sesuai dengan sumber aslinya. Dengan begitu, karya kita tetap orisinal, tapi tetap punya dasar yang kuat dari referensi yang benar.

Sumber Studi Pustaka

Berikut adalah beberapa sumber utama yang sering digunakan dalam studi pustaka:

1. Jurnal Penelitian

Jurnal penelitian atau jurnal ilmiah merupakan salah satu sumber paling penting dalam studi pustaka. Jurnal berisi kumpulan artikel ilmiah dari berbagai penulis yang biasanya membahas tema tertentu.

Kehadiran jurnal sangat membantu peneliti karena menyediakan referensi yang lebih spesifik, teruji, dan sesuai dengan bidang kajian yang sedang diteliti.

2. Buku

Buku juga menjadi sumber rujukan utama dalam studi pustaka. Sebelum terbit, buku telah melalui proses penyuntingan oleh penerbit sehingga kualitas isinya lebih terjamin.

Biasanya, penulis menyerahkan naskah kepada penerbit untuk diperiksa, kemudian dilakukan perbaikan bila diperlukan. Dengan proses ini, buku memiliki kredibilitas tinggi dan dapat dijadikan landasan teori yang kuat.

3. Media Cetak

Sumber lain yang dapat digunakan adalah media massa, seperti surat kabar dan majalah. Kedua media ini menyajikan artikel dan informasi yang relevan serta dapat dipercaya.

Referensi dari media massa dapat memperkaya penelitian, terutama untuk memperkuat data dan memberikan gambaran konteks yang lebih luas mengenai suatu isu atau topik.

4. Internet

Di era digital saat ini, internet menjadi salah satu sumber informasi yang paling mudah diakses. Melalui internet, peneliti dapat menemukan referensi mulai dari jurnal, artikel, hingga data yang kredibel.

Keunggulan menggunakan internet adalah proses pencarian yang cepat serta kelengkapan informasi yang sulit didapatkan melalui media cetak saja, apalagi dengan adanya bantuan dari AI seperti sekarang ini.

Cara Melakukan Studi Pustaka

Melakukan studi pustaka memang terlihat sederhana, tapi sebenarnya ada beberapa tahapan penting yang perlu kamu perhatikan supaya hasilnya maksimal. Berikut cara melakukan studi pustaka:

1. Mencari Literatur

Langkah pertama adalah mencari literatur atau bahan bacaan yang relevan dengan topik penelitianmu. Ini penting banget, karena literatur yang tidak sesuai justru akan membuang waktu dan bikin pekerjaan jadi lebih berat.

Jadi, pastikan sejak awal kamu sudah memilih sumber bacaan yang mendukung topik yang sedang dikerjakan.

2. Mengkaji Ulang

Setelah menemukan literatur, jangan langsung percaya begitu saja. Kamu perlu mengkaji ulang isi dari sumber tersebut. Kadang, ada informasi yang ternyata kurang valid atau sudah tidak relevan lagi.

3. Menyesuaikan dengan Topik

Sebelum mulai menulis, pastikan lagi bahwa isi literatur yang kamu pilih memang sesuai dengan topik karya ilmiah. Dengan begitu, penelitian yang kamu lakukan punya arah yang jelas dan tetap fokus pada permasalahan utama.

4. Membuat Kerangka

Kalau semua bahan bacaan sudah siap dan sesuai, saatnya menyusun kerangka tulisan. Kerangka ini berfungsi sebagai peta jalan yang memudahkan kamu saat menulis karya ilmiah.

Cara membuat kerangka berpikir penelitian sangat mudah, terutama bagi kamu yang baru pertama kali melakukannya. Dengan kerangka, ide-ide yang kamu miliki bisa tersusun lebih rapi dan alurnya jadi lebih mudah dipahami.

Manfaat Studi Pustaka

Dilansir dari ir.binus.ac.id, berikut adalah manfaat dari studi pustaka bagi mahasiswa dan peneliti:

1. Mengetahui Penelitian Terdahulu

Literature review membantu kita memahami sejauh mana penelitian dalam bidang tertentu telah dilakukan. Dalam kajian humaniora, jarang ada yang baru.

Namun, melalui literature review kita dapat meninjau penelitian terdahulu untuk melihat apa saja yang sudah ditemukan, sekaligus menemukan celah penelitian yang masih bisa dikembangkan.

2. Menentukan Posisi Penelitian

Dengan membaca berbagai kajian secara menyeluruh, kita dapat mengetahui di mana posisi penelitian kita berada. Apakah penelitian kita sejalan dengan kelompok penelitian yang sudah ada, atau justru membuka jalur baru yang sebelumnya belum pernah diteliti? Hal ini penting agar penelitian kita memiliki arah yang jelas dan tidak tumpang tindih dengan penelitian lain.

3. Memberikan Sumbangan bagi Ilmu Pengetahuan

Manfaat ketiga adalah untuk memposisikan sumbangan penelitian kita terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Setelah penelitian selesai, orang lain akan membaca karya kita sebagai referensi.

Penelitian tersebut bisa disitasi, dijadikan dasar untuk penelitian selanjutnya, atau bahkan diperdebatkan.

Itulah penjelasan singkat dari dosenmahasiswa.id tentang pembahasan studi pustaka, mulai dari pengertian, jenis, manfaat, dan cara menentukan. Semoga artikel ini bermanfaat!

FAQ

Studi pustaka termasuk metode penelitian apa?

Studi pustaka termasuk ke dalam metode penelitian kualitatif, lebih tepatnya berada dalam kategori penelitian kepustakaan (library research).

Apa perbedaan observasi dengan studi pustaka?

Observasi adalah pengumpulan data langsung di lapangan melalui pengamatan, sedangkan studi pustaka adalah pengumpulan data dari sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan artikel.

Referensi:

“[YOUTUBE] Tiga Manfaat Penting Studi Pustaka dalam Penulisan Ilmiah.” International Relations BINUS University, 4 Mei 2020. Diakses pada 28 September 2025.

Azis, Yusuf Abdhul. “Studi Pustaka: Pengertian, Tujuan, Sumber dan Metode.” Deepublish Store, 12 Mei 2023. Diakses pada 28 September 2025.

“Studi Pustaka.” Gramedia, n.d., gramedia.com/literasi/studi-pustaka/. Diakses pada 28 September 2025.

“[Judul Bab III].” Perpustakaan Poltekkes Malang, n.d., perpustakaan.poltekkes-malang.ac.id/assets/file/kti/P17210173030/BAB_III.pdf. Diakses pada 28 September 2025.

Seberapa membantu post ini?

Seorang penulis konten edukasi dengan fokus pada topik akademik, penelitian, dan teknologi pendidikan. Memiliki pengalaman lebih dari 7 tahun dalam penulisan artikel seputar, universitas, skripsi, metodologi penelitian, dan pengembangan akademik mahasiswa.