Topik makalah sudah ada, bahan bacaan juga lumayan banyak. Tapi begitu masuk ke Bab I dan sampai di subbab rumusan masalah, tangan mendadak berhenti mengetik. Mau ditulis seperti apa? Berapa poin? Bedanya dengan tujuan penulisan apa?
Tenang, hampir semua mahasiswa pernah ada di titik ini. Rumusan masalah memang kelihatan pendek, tapi bagian inilah yang menentukan arah seluruh tulisanmu. Kalau pertanyaannya kabur, pembahasan di Bab II ikut melebar dan kesimpulannya jadi sulit ditarik.
Di artikel ini kita bahas, mulai dari pengertian rumusan masalah, jenis-jenisnya, cara membuat rumusan masalah yang baik, aturan penulisan yang benar, sampai contoh rumusan masalah pada makalah yang bisa kamu jadikan pegangan.
Key Takeways
- Rumusan masalah adalah pertanyaan utama yang menjadi dasar dan arah pembahasan dalam makalah atau penelitian.
- Rumusan masalah dalam penelitian terdiri dari tiga jenis, yaitu deskriptif, komparatif, dan asosiatif.
- Cara membuat rumusan masalah yang baik dimulai dari menentukan topik, menemukan masalah, menyusun pertanyaan, hingga mengevaluasi kelayakannya.
- Penulisan rumusan masalah harus jelas, spesifik, menggunakan kalimat tanya, dan selaras dengan tujuan serta pembahasan makalah.
Pengertian Rumusan Masalah
Apa itu rumusan masalah? Rumusan masalah adalah pertanyaan yang jawabannya akan kamu cari lewat penelitian atau pembahasan dalam karya tulis. Sugiyono (2013) menyebutnya sebagai pertanyaan yang dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.
Dalam makalah, rumusan masalah berisi pokok permasalahan yang akan dibahas dan biasanya disajikan dalam bentuk poin.
Fungsi Rumusan Masalah dalam Karya Ilmiah
Rumusan masalah bukan sekadar syarat administratif supaya Bab I terlihat lengkap. Perumusan masalah adalah langkah awal yang menentukan penyusunan metodologi berikutnya, mulai dari kerangka teori, hipotesis, sampai variabel yang akan diteliti. Modul yang sama menyebut beberapa peran lainnya:
- Membantu peneliti memprediksi keberhasilan penelitian dan mengantisipasi kendalanya,
- Menjadi penentu dalam menetapkan judul dan tujuan,
- Menunjukkan orisinalitas penelitian yang akan dilakukan.
Dalam makalah, perannya lebih sederhana tapi tetap krusial. Bagian pembahasan harus menjawab pertanyaan yang kamu tulis di rumusan masalah, lalu kesimpulan merangkum jawaban-jawaban itu.
Di Mana Letak Rumusan Masalah dalam Makalah?
Rumusan masalah berada di Bab I Pendahuluan. Urutan yang umum dipakai adalah latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, lalu manfaat penulisan jika diminta dosen. Artinya, rumusan masalah selalu lahir dari latar belakang yang sudah kamu tulis sebelumnya.
Jenis-Jenis Rumusan Masalah
Berikut ini adalah jenis rumusan masalah penelitian yang perlu kamu ketahui:
1. Rumusan Masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu fenomena penelitian, kondisi, maupun karakteristik objek yang diteliti. Fokusnya bukan membandingkan atau mencari hubungan sebab-akibat, melainkan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai suatu persoalan.
Kata tanya yang sering digunakan antara lain “apa”, “bagaimana”, dan “siapa”.
Contoh: Bagaimana kebiasaan belajar mahasiswa semester awal di Universitas X?
Pertanyaan tersebut bertujuan menggali informasi mengenai kebiasaan belajar mahasiswa, mulai dari cara mengatur waktu hingga metode belajar yang digunakan.
2. Rumusan Masalah Komparatif
Berbeda dengan bentuk deskriptif, rumusan masalah komparatif bertujuan membandingkan dua kelompok, kondisi, atau fenomena untuk mengetahui persamaan maupun perbedaannya.
Biasanya, pertanyaan dalam bentuk ini menggunakan kata “perbedaan”, “perbandingan”, atau “lebih tinggi”.
Contoh: Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa yang rutin membaca buku cetak dan mahasiswa yang lebih sering menggunakan e-book?
Melalui pertanyaan tersebut, penelitian diarahkan untuk membandingkan prestasi belajar berdasarkan kebiasaan membaca dari dua kelompok mahasiswa.
3. Rumusan Masalah Asosiatif
Rumusan masalah asosiatif digunakan ketika penelitian ingin mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Menurut Tim PDK Unkhair Unipas (2023), hubungan tersebut dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
- Hubungan simetris: Dua variabel muncul atau berubah secara bersamaan, tetapi tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat.
- Hubungan kausal: Menunjukkan hubungan sebab-akibat, yaitu ketika satu variabel diduga memengaruhi variabel lainnya.
- Hubungan reciprocal (interaktif): Hubungan yang berlangsung secara timbal balik sehingga kedua variabel dapat saling memengaruhi.
Contoh pertanyaan dengan hubungan kausal adalah Seberapa besar pengaruh durasi belajar terhadap IPK mahasiswa?
Sementara itu, dalam penelitian kualitatif, hubungan yang dikaji dapat bersifat reciprocal atau interaktif. Artinya, peneliti tidak hanya melihat satu faktor sebagai penyebab, tetapi juga memperhatikan bagaimana beberapa faktor saling memengaruhi dalam suatu fenomena penelitian.
Cara Membuat Rumusan Masalah yang Baik
Dalam modul SPADA, Tim PDK Unkhair Unipas (2023) menjelaskan bahwa penyusunan rumusan masalah melalui empat tahap, yaitu persiapan, konfirmasi awal, konfirmasi akhir, dan formulasi akhir. Berikut cara membuat rumusan masalah yang benar:
1. Tentukan Topik dan Persempit Pembahasannya
Mulailah dengan menentukan topik penelitian yang ingin dibahas. Setelah itu, persempit ruang lingkupnya agar pembahasan tidak melebar ke mana-mana.
Penentuan fokus penelitian dapat dilakukan dengan mengidentifikasi fokus utama, mencari faktor-faktor yang berkaitan, menelaah hubungan antar faktor, kemudian memilih aspek yang paling relevan.
Sebagai contoh, jika kamu tertarik membahas topik “manajemen waktu”, pembahasannya masih terlalu luas. Kamu bisa mempersempitnya menjadi “manajemen waktu mahasiswa yang aktif berorganisasi”. Dengan begitu, arah pembahasan menjadi lebih jelas.
2. Temukan Masalah
Setelah menentukan topik, cari tahu persoalan apa yang menarik untuk dibahas. Kamu bisa menemukannya melalui pengamatan langsung, pengalaman, maupun studi kepustakaan.
Saat membaca buku atau penelitian terdahulu, perhatikan apakah ada pertanyaan yang belum terjawab, hasil penelitian yang berbeda, atau aspek tertentu yang belum banyak dibahas. Dalam penelitian akademik, kondisi seperti ini dikenal sebagai research gap (Tim PDK Unkhair Unipas, 2023).
Untuk penulisan makalah, kamu tidak harus menemukan celah penelitian yang kompleks. Cukup identifikasi persoalan yang relevan dengan topik, tetapi belum dipahami secara menyeluruh atau masih sering menimbulkan pertanyaan.
3. Susun Masalah dalam Bentuk Pertanyaan
Jika fokus dan persoalan sudah ditemukan, ubah menjadi kalimat tanya. Gunakan pertanyaan yang jelas, spesifik, dan sesuai dengan tujuan makalah. Usahakan satu pertanyaan membahas satu pokok persoalan agar lebih mudah dijawab. Jika ada beberapa pertanyaan, susun secara berurutan supaya pembahasannya mengalir.
Misalnya, untuk topik manajemen waktu mahasiswa yang aktif berorganisasi, kamu bisa menyusun pertanyaan berikut:
- Apa yang dimaksud dengan manajemen waktu?
- Apa saja faktor yang memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam mengatur waktu?
- Bagaimana strategi mengatur waktu antara kegiatan akademik dan organisasi?
Susunan tersebut membantu kamu membangun pembahasan dari konsep dasar hingga penerapannya.
4. Periksa Kembali Kelayakan Rumusan Masalah
Jangan langsung menggunakan pertanyaan yang sudah dibuat. Periksa terlebih dahulu apakah rumusan masalah tersebut sudah jelas dan memungkinkan untuk dijawab.
Dalam tahap konfirmasi awal, modul SPADA memuat empat hal yang perlu diperhatikan, yaitu kecukupan formulasi masalah, tingkat kesulitan dalam menjawabnya, kualitas pertanyaan penelitian, serta kelayakan pelaksanaan penelitian.
Kamu bisa menerapkannya dengan mengecek beberapa hal berikut:
- Apakah pertanyaannya sudah jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda?
- Apakah jawabannya bisa ditemukan melalui referensi yang tersedia?
- Apakah pertanyaan tersebut sesuai dengan topik makalah?
- Apakah pembahasannya masih realistis untuk dikerjakan?
Jika kamu kesulitan menemukan sumber atau bahan untuk menjawabnya, coba persempit kembali pertanyaan tersebut.
5. Diskusikan dan Perbaiki Rumusan Masalah
Langkah terakhir adalah meminta masukan dari orang yang memahami topik tersebut, misalnya dosen pengampu atau pembimbing. Diskusi membantu kamu melihat apakah pertanyaan yang disusun sudah sesuai dengan tujuan penulisan.
Jangan terburu-buru menganggap revisi sebagai tanda bahwa rumusan masalahmu kurang baik. Justru, masukan dari dosen dapat membantu memperjelas fokus, memperbaiki susunan pertanyaan, dan menghindari pembahasan yang terlalu luas.
Penulisan Rumusan Masalah yang Benar
Setelah isinya jadi, tinggal soal penulisan. Berikut aturan yang umum dipakai. Tetap cek buku pedoman penulisan kampusmu ya, karena format tiap institusi bisa berbeda.
- Awali dengan kalimat pengantar. Misalnya: “Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:”.
- Tulis dalam bentuk kalimat tanya dan akhiri dengan tanda tanya. Sebagian pedoman memang membolehkan bentuk pernyataan, tapi kalimat tanya adalah yang paling umum.
- Pakai penomoran supaya mudah dicocokkan dengan tujuan penulisan dan sub-pembahasan.
- Satu butir, satu pertanyaan. Jangan menyatukan dua hal dengan kata “dan”.
- Gunakan bahasa baku dan ringkas. Hindari kalimat yang bertele-tele.
- Samakan urutannya dengan tujuan penulisan dan urutan pembahasan di Bab II.
Kesalahan Penulisan Rumusan Masalah
Beberapa kesalahan ini hampir selalu muncul di makalah mahasiswa. Mari lihat versi yang kurang tepat dan perbaikannya.
- Pertanyaan terlalu luas. Hindari pertanyaan seperti “Bagaimana pengaruh teknologi bagi manusia?”. Persempit menjadi “Bagaimana mahasiswa memanfaatkan aplikasi catatan digital untuk belajar?”
- Hanya menulis topik. “Manajemen waktu mahasiswa” bukan pertanyaan. Ubah menjadi “Bagaimana mahasiswa mengatur waktu antara kuliah dan organisasi?”
- Terlalu banyak pertanyaan dalam satu kalimat. Pisahkan pertanyaan tentang pengertian, penerapan, dan manfaat menjadi beberapa butir.
- Pertanyaan terlalu dangkal. Hindari pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak. Gunakan pertanyaan yang mendorong penjelasan lebih mendalam.
- Tidak sesuai dengan pembahasan. Pastikan setiap rumusan masalah dijawab dalam bagian pembahasan makalah.
Contoh Rumusan Masalah pada Makalah
Sekarang masuk ke bagian yang paling ditunggu. Contoh di bawah ini bisa kamu sesuaikan dengan topikmu sendiri, jangan disalin mentah-mentah ya.
Contoh 1: potongan Bab I makalah lengkap
Judul makalah: Manajemen Waktu bagi Mahasiswa
1.1 Latar Belakang (ringkasan) Banyak mahasiswa harus membagi waktu antara kuliah, tugas, organisasi, dan kehidupan pribadi. Tanpa pengaturan yang jelas, tugas menumpuk dan waktu istirahat berkurang. Makalah ini membahas manajemen waktu sebagai salah satu keterampilan yang perlu dimiliki mahasiswa.
1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
- Apa yang dimaksud dengan manajemen waktu?
- Apa saja manfaat manajemen waktu bagi mahasiswa?
- Bagaimana cara menerapkan manajemen waktu dalam kegiatan perkuliahan?
1.3 Tujuan Penulisan
- Menjelaskan pengertian manajemen waktu.
- Mengidentifikasi manfaat manajemen waktu bagi mahasiswa.
- Memaparkan cara menerapkan manajemen waktu dalam kegiatan perkuliahan.
Perhatikan bagaimana tiap tujuan penulisan mengikuti satu pertanyaan di rumusan masalah. Pola ini juga memudahkanmu menyusun Bab II dan merangkum jawaban di kesimpulan.
Bidang Etika Bermedia Sosial
- Apa yang dimaksud dengan etika bermedia sosial?
- Apa saja bentuk pelanggaran etika yang sering terjadi di media sosial?
- Bagaimana cara membangun kebiasaan bermedia sosial yang beretika?
Contoh makalah tentang pengelolaan sampah rumah tangga
- Apa saja jenis sampah rumah tangga?
- Bagaimana dampak sampah rumah tangga yang tidak dikelola terhadap lingkungan?
- Bagaimana langkah pengelolaan sampah rumah tangga yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar?
Contoh untuk penelitian atau skripsi
Kalau kamu menulis skripsi, rumusan masalahnya akan mengikuti jenis penelitian. Berikut contoh singkat sesuai tiga bentuk tadi.
- Deskriptif: Bagaimana kebiasaan belajar mahasiswa semester awal di Universitas X?
- Komparatif: Bagaimana perbedaan prestasi belajar mahasiswa yang menggunakan buku cetak dan e-book?
- Asosiatif (kausal): Seberapa besar pengaruh durasi belajar terhadap IPK mahasiswa Universitas X?
Itulah pembahasan singkat dari Dosen Mahasiswa tentang Rumusan Masalah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang sedang menyusun penelitian atau skripsi.
Referensi:
Febriany, Felia. “Pengertian, Sistematika dan Cara Membuat Makalah.” Maliki Interdisciplinary Journal, vol. 3, no. 4, 2025, pp. 483–489, urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/download/14011/4505. Diakses 2 Nov. 2026.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta, 2013.
Tim PDK Unkhair Unipas. “Modul 4: Perumusan Masalah Penelitian.” Modul Metodologi Penelitian Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2023. LMS SPADA Kemdikbud, lmsspada.kemdikbud.go.id/pluginfile.php/727223/mod_resource/content/1/Modul%204%20Perumusan%20Masalah%20Penelitian.docx. Diakses 2 Nov. 2026.
Wahidmurni. “Pemaparan Metode Penelitian Kualitatif.” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2017, core.ac.uk/download/480292439.pdf. Diakses 2 Nov. 2026.