Saat sedang menyusun karya tulis ilmiah, tentu kamu butuh referensi yang kredible sebagai pendukung. Nah, sumber referensi itu tidak hanya berasal dari buku saja, tapi juga bisa dari hasil penelitian sebelumnya.
Misalnya, kalau kamu ingin meneliti tentang kesetaraan gender, kamu bisa mencari dan mempelajari penelitian terdahulu yang sudah membahas topik tersebut.
Semua referensi yang kamu gunakan nantinya akan dirangkum dalam satu bagian yang disebut tinjauan pustaka. Tapi ingat, tinjauan pustaka itu berbeda dengan daftar pustaka, ya.
Agar tidak bingung, pada artikel berikut ini akan dibahas secara lengkap tentang tinjauan pustaka.
Pengertian Tinjauan Pustaka
Apa itu tinjauan pustaka? Menurut Cresweel (2025) tinjauan pustaka adalah ringkasan yang ditulis mengenai suatu buku, jurnal, dan dokuman yang berisi tentang teori serta informasi yang telah dikelompokan secara pustaka yang sudah ada pada masa lampau.
Perlu diingat, tinjauan pustaka berbeda dengan daftar pustaka. Tinjauan pustaka berisi pembahasan dan rangkuman teori atau penelitian terdahulu, sedangkan daftar pustaka hanyalah daftar sumber referensi yang digunakan dan biasanya ditempatkan di bagian akhir tulisan.
Manfaat Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka bukan sekadar formalitas dalam karya ilmiah saja. Namun juga mempunyai peran penting untuk memastikan penelitian kamu punya arah yang jelas, dasar yang kuat, dan bisa dipertanggungjawabkan. Berikut beberapa manfaat utamanya:
1. Memperjelas variabel penelitian
Manfaat yang pertama dari tinjauan pustaka yaitu dapat membantu kamu mengidentifikasi dan memahami variabel yang digunakan, sehingga tujuan penelitian bisa dirumuskan dan dicapai dengan lebih tepat.
2. Memberi batasan penelitian
Dengan memahami penelitian sebelumnya, kamu bisa menentukan mana variabel yang relevan dan mana yang tidak. Ini penting agar penelitian tetap fokus dan tidak melebar kemana-mana.
3. Acuan analisis data
Referensi dari penelitian terdahulu bisa menjadi panduan saat kamu memilih dan menerapkan teknik analisis data, sehingga hasilnya lebih valid dan sesuai dengan kaidah ilmiah.
4. Memberkan Dasar Pemikiran
Tinjauan pustaka membantu kamu menyusun argumen yang logis dan berbasis teori, sehingga kesimpulan yang dihasilkan selaras dengan tujuan penelitian dan memiliki dasar yang kuat.
Cara Membuat Tinjauan Pustaka
Mengacu pada panduan dalam buku Research Design karya Creswell, berikut ini adalah cara membuat tinjauan pustaka yang benar:
1. Identifikasi kata kunci
Pertama, kamu bisa menentukan kata kunci yang sesuai dengan topik penelitian yang sudah kamu buat Kata kunci ini biasanya muncul saat kamu merumuskan masalah atau fokus penelitian.
Dengan kata kunci yang tepat, kamu akan lebih mudah menemukan sumber referensi yang relevan.
2. Lengkapi dengan referensi
Setelah mendapatkan kata kunci, langkah berikutnya adalah mencari dan mengumpulkan sumber pendukung yang kredible, seperti jurnal ilmiah, buku, maupun publikasi terpercaya lainnya.
Pastikan sumber yang kamu gunakan kredibel dan relevan agar kualitas tinjauan pustaka tetap terjaga.
3. Uraikan secara jelas dan terstruktur
Terakhir, susun dan jelaskan hasil temuanmu dari berbagai referensi tersebut. Jangan hanya merangkum, tapi juga bandingkan, analisis, dan hubungkan antar penelitian agar pembahasanmu lebih mendalam dan mudah dipahami.
Kriteria Tinjauan Pustaka
Agar tinjauan pustaka yang kamu buat benar-benar kuat dan berkualitas, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
1. Menggunakan sumber terbaru
Usahakan mengutip penelitian yang masih relevan dengan perkembangan terkini, idealnya terbit dalam 5–10 tahun terakhir. Ini penting karena ilmu pengetahuan terus berkembang dari waktu ke waktu.
2. Memiliki bobot ilmiah
Pilih sumber yang kredibel dan ditulis oleh ahli di bidangnya, seperti jurnal ilmiah, buku akademik, atau publikasi resmi. Dengan begitu, dasar teorimu jadi lebih kuat dan bisa dipercaya.
3. Relevan dengan topik
Setiap referensi yang digunakan harus benar-benar berkaitan dengan masalah penelitian yang kamu angkat. Selain itu, pastikan juga selaras dengan teori yang menjadi landasan penelitianmu.
4. Disusun secara padat dan jelas
Tinjauan pustaka sebaiknya ditulis secara ringkas, tetapi tetap kaya informasi. Tujuannya agar mudah dipahami dan bisa menjadi rujukan yang bermanfaat bagi penelitian selanjutnya.
Baca Juga: Struktur Tinjauan Pustaka: Contoh, Manfaat, dan Cara Membuat
Contoh Tinjauan Pustaka
Berikut ini adalah contoh tinjauan pustaka yang bisa kamu jadikan referensi:

Itulah artikel dari Dosen Mahasiswa tentang tinjauan pustaka. Sebagai penutup, menyusun tinjauan pustaka yang baik memang membutuhkan ketelitian dalam memilih sumber, merangkai ide, dan menjaga alur tetap sistematis.
Referensi:
Salmaa. “Tinjauan Pustaka, Manfaat, Cara Membuat dan Contoh.” Penerbit Deepublish, 9 Juni 2023, https://penerbitdeepublish.com/tutorial-menulis/menulis-karya-ilmiah/tinjauan-pustaka/. Diakses 25 April 2026.
Nurhakim, Ahmad. “Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya.” Quipper Blog, 19 Desember 2022, https://www.quipper.com/id/blog/quipper-campus/campus-life/n-tinjauan-pustaka/. Diakses 25 April 2026.