Bagi kamu yang sedang menempuh pendidikan tinggi, istilah “studi kasus” tentu bukan hal baru. Metode penelitian ini banyak digunakan oleh mahasiswa, mulai dari jenjang S1 hingga S3.
Namun, dalam perjalanan sejarahnya, studi kasus kerap dipandang sebagai metode yang kurang karena dinilai lemah dalam hal objektivitas, ketepatan, dan validitas temuan. Nah pada artikel ini akan dibahas secara lengkap, simak baik-baik!
Pengertian Studi Kasus
Apa itu studi kasus? Dilansir dari repository.radenintan.ac.id, studi kasus adalah pendekatan penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci, dan mendalam terhadap suatu fenomena penelitian tertentu.
Dengan menggunakan pendekatan ini, peneliti dapat memahami konteks serta dinamika yang terjadi secara lebih komprehensif.
Jenis-Jenis Studi Kasus
Dikutip dari e-paper laman dspace.uii.ac.id, terdapat 3 jenis studi kasus yang sering digunakan dalam penelitian, diantaranya sebagai berikut:
1. Studi Kasus Kasual (Eksplanatori)
Studi kasus eksplanatori bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara dua atau lebih variabel. Intinya, untuk mengetahui bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi.
Dalam penelitian ini, variabel independen (X) diuji untuk melihat apakah memengaruhi variabel dependen (Y). Melalui analisis tersebut, peneliti dapat melihat pola, arah, serta kekuatan hubungan antarvariabel.
2. Studi Kasus Deskriptif
Studi kasus deskriptif biasanya digunakan untuk menggambarkan secara sistematis dan akurat kondisi suatu kelompok, objek, atau fenomena pada masa sekarang. Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat, hubungan, sikap, proses, maupun dinamika sosial yang sedang terjadi di masyrakat.
Pendekatan deskriptif banyak digunakan untuk memahami berbagai aspek sosial dan norma yang berlaku dalam lingkungan tertentu.
3. Studi Kasus Eksploratif
Studi kasus eksploratif bertujuan menggali informasi awal mengenai topik penelitian yang belum jelas atau yang belum pernah diteliti.
Eksploratif tidak membutuhkan hipotesis penelitian, melainkan menggunakan serangkaian pertanyaan panduan untuk mengumpulkan data dan mengungkap fenomena yang belum diketahui.
Cara Membuat Studi Kasus
Mengutip buku Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif: Konsep dan Prosedurnya karya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si., berikut adalah cara membuat studi kasus penelitian yang benar:
1. Menentukan Topik Penelitian
Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan menentukan topik penelitian. Pilih kasus yang sesuai dengan jurusanmu. Misalnya kamu kuliah di Ilmu Komunikasi, maka ambillah kasus yang relevan dengan bidang komunikasi.
2. Mengumpulkan Literatur
Setelah menemukan kasus, kumpulkan bahan bacaan seperti jurnal, buku, laporan penelitian, majalah ilmiah, atau berita yang mendukung pemahamanmu tentang kasus tersebut.
3. Merumuskan Fokus Penelitian
Agar lebih terarah dan tidak melebar kemana-mana, kamu bisa menentukan fokus penelitian yang jelas agar penelitian tidak melebar. Dengan fokus yang terarah, kamu dapat menggali informasi yang benar-benar penting dan ilmiah.
4. Mengumpulkan data
Gunakan metode seperti wawancara, observasi, atau dokumentasi. Kamu bisa menentukan jumlah data yang dibutuhkan, siapa informannya, dan kapan pengumpulan data dilakukan.
5. Mengolah data
Setelah mendapatkan data penelitian, pastikan validitas data, kemudian lakukan penyandian, klasifikasi, dan pengecekan ulang, misalnya dengan mengoreksi jawaban wawancara yang kurang jelas.
6. Menganalisis data
Analisis data adalah inti dari penelitian. Kemampuan analisismu akan sangat dipengaruhi oleh pemahaman teoritis, pengalaman, dan arahan pembimbing.
7. Melakukan Dialog Teoretik
Untuk program Magister atau Doktoral, temuan penelitian perlu didialogkan dengan teori dalam tinjauan pustaka. Untuk skripsi S1, deskripsi temuan berdasarkan teori yang dipelajari sudah cukup.
8. Melakukan Triangulasi Temuan
Cocokkan kembali hasil penelitianmu dengan informan untuk memastikan temuan tersebut akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
9. Menyimpulkan Hasil Penelitian
Untuk skripsi, simpulan biasanya berupa fakta di lapangan sesuai pertanyaan penelitian.
Pada S2, simpulan sudah mulai mengembangkan teori. Di S3, simpulan harus menghasilkan kontribusi baru seperti konsep, model, atau teori.
10. Menyusun Laporan Penelitian
Langkah terakhir adalah menuliskan seluruh proses dan hasil penelitian secara sistematis sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah.
Kelebihan dan Kekurangan Studi Kasus
Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari studi kasus penelitian yang perlu kamu ketahui:
Kelebihan Studi Kasus
- Pengembangan Teori: Studi kasus dapat membantu mengembangkan atau menguji teori dalam situasi nyata dan spesifik.
- Pemahaman yang Mendalam: Metode ini memberi peneliti kesempatan untuk memahami fenomena secara lebih detail, terutama pada konteks yang kompleks dan unik.
- Dukungan Penelitian: Studi kasus sangat berguna pada tahap awal penelitian ketika informasi mengenai topik masih terbatas.
- Pemahaman Konteks: Pendekatan ini mampu menggali berbagai faktor kontekstual yang memengaruhi fenomena penelitian sehingga menghasilkan analisis yang lebih lengkap.
- Konteks Nyata: Karena dilakukan dalam lingkungan nyata, hasil studi kasus cenderung relevan dan mudah diterapkan langsung di lapangan.
Kekurangan Studi Kasus
- Waktu dan Sumber Daya: Studi kasus sering memerlukan waktu lama dan sumber daya besar karena pengumpulan data dan analisis harus dilakukan secara mendalam.
- Keterbatasan Data: Ketersediaan data yang relevan tidak selalu mudah didapat, sehingga dapat membatasi kualitas penelitian.
- Subjektivitas: Pendekatan ini rentan dipengaruhi sudut pandang peneliti, baik dalam memilih maupun menafsirkan data.
- Keterbatasan Generalisasi: Hasil studi kasus biasanya tidak dapat digeneralisasi karena hanya berfokus pada satu konteks tertentu.
- Tingkat Kepercayaan: Dibandingkan penelitian kuantitatif, studi kasus memiliki tingkat kepercayaan lebih rendah akibat cakupan penelitian yang terbatas.
Contoh Studi Kasus
1. Contoh Studi Kasus Pendidikan
Contoh penelitian yang lazim ditemukan di Jurnal Pendidikan Indonesia, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, maupun repository universitas.
Judul:
Studi Kasus Interaksi Guru–Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri Pandansimo
Latar Belakang:
Banyak jurnal Indonesia mengangkat masalah efektivitas interaksi guru, siswa karena memengaruhi hasil belajar. Rendahnya partisipasi siswa mendorong penelitian untuk memahami pola komunikasi yang terjadi di kelas.
Metode:
- Metode: Kualitatif,
- Teknik: Observasi kelas, wawancara guru, wawancara siswa
- Subjek: 1 guru Bahasa Indonesia dan 30 siswa
- Analisis: Reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (Miles & Huberman)
Hasil Temuan:
- Guru cenderung menggunakan metode ceramah sehingga interaksi satu arah.
- Siswa lebih aktif ketika guru menggunakan pertanyaan pemantik dan diskusi kelompok.
- Hambatan interaksi muncul dari keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa.
Kesimpulan:
Interaksi guru dan siswa membaik jika guru menerapkan pendekatan komunikatif dan memberi ruang partisipasi siswa.
2. Contoh Studi Kasus Sosial
Jenis penelitian ini banyak muncul pada Jurnal Sosiologi, Jurnal Pengabdian Masyarakat, atau repository Kemenag.
Judul:
Studi Kasus Peran Tokoh Masyarakat dalam Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Margodadai Kabupaten Malapintu
Latar Belakang:
Angka pernikahan dini masih tinggi di beberapa daerah Indonesia sehingga peran tokoh lokal menjadi fokus penelitian.
Metode:
- Metode: Studi kasus kualitatif
- Teknik: Wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, keluarga, dan remaja
- Dokumentasi: Data desa dan laporan KUA
- Analisis: Tematik
Hasil Temuan:
- Tokoh agama berperan besar memberikan edukasi mengenai risiko pernikahan dini.
- Hambatan utama adalah budaya lokal dan tekanan ekonomi.
- Upaya pencegahan lebih efektif ketika kolaborasi dilakukan antara aparat desa, sekolah, dan tokoh agama.
Kesimpulan
Peran tokoh masyarakat mampu menurunkan kasus pernikahan dini ketika didukung edukasi terpadu.
Itulah penjelasan singkat dari dosenmahasiswa.id tentang studi kasus penelitian yang sering ditanyakan. Semoga artikel ini bermanfaat!
Referensi:
Rahardjo, Mudjia. Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif: Konsep dan Prosedurnya. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2017. PDF. Diakses pada 4 Des. 2025.
Studi Kasus: Definisi, Kelebihan, Kekurangan, Contoh Penelitian.” Populix. Diakses pada 4 Des. 2025.
FAQ
Metode ini digunakan ketika peneliti ingin memahami sebuah fenomena secara mendalam dalam konteks kehidupan nyata