Penggunaan kerangka proposal kini menjadi hal wajib yang harus dilakukan sebelum penulis atau peneliti mengajukan proposal, baik untuk keperluan penelitian, kegiatan pendidikan, maupun kebutuhan pekerjaan dan bisnis.
Dengan adanya kerangka proposal, proses penyusunan menjadi lebih terarah sehingga proposal dapat disusun secara lebih rapi, sistematis, dan sesuai ketentuan.
Nah pada artikel berikut akan dibahas tentang kerangka proposal penelitian beserta strukur dan manfaat. Simak baik-baik!
Pengertian Proposal Penelitian
Bagi kamu yang ingin membuat proposal saat melakukan penelitian tentu harus tahu apa itu kerangka proposal penelitian? Jadi, kerangka proposal penelitian adalah sebuah rancangan atau rencana awal dari suatu kegiatan penelitian yang akan dilakukan.
Kerangka ini berisi tentang bagian yang akan dibahas, seperti pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, hingga rencana pelaksanaan penelitian.
Nah didalam proposal nanti akan dijelaskan tentang jenis kegiatan serta latar belakang pemilihan tema, kebutuhan bahan dan alat, hingga perkiraan biaya yang diperlukan.
Kerangka Proposal Penelitian
Secara umum, susunan kerangka proposal penelitian tidak jauh berbeda dengan laporan hasil penelitian. Berikut adalah kerangka penulisan proposal penelitian yang benar sesuai ketentuan:
1. Halaman Judul
Bagian pertama dalam proposal penelitian adalah halaman judul. Halaman ini berisi judul proposal yang diawali dengan kata “Proposal” dan dilanjutkan dengan judul penelitian.
Selain itu, dicantumkan identitas penulis, seperti nama, NIDN atau NIDK bagi dosen, nama perguruan tinggi, serta tahun ajaran sesuai ketentuan.
2. Daftar Isi
Daftar isi berfungsi sebagai penunjuk letak setiap bab dan subbab dalam proposal. Meskipun proposal penelitian umumnya tidak terlalu panjang, keberadaan daftar isi tetap penting untuk memudahkan pembaca.
3. Bab I – Pendahuluan
Bab pendahuluan berisi gambaran awal penelitian yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Bagian ini menjadi dasar pemahaman pembaca mengenai alasan dan arah penelitian yang akan dilakukan.
4. Bab II – Tinjauan Pustaka
Bab ini memuat kajian teori dan literatur yang relevan dengan topik penelitian. Isinya mencakup review literatur, batasan konseptual, serta kerangka teori atau hipotesis. Tinjauan pustaka bertujuan memperkuat dasar ilmiah pemilihan topik penelitian.
5. Bab III – Metodologi Penelitian
Bab metodologi menjelaskan cara penelitian dilakukan, mulai dari metode penelitian, teknik pengumpulan data, hingga teknik analisis data. Penjelasan disusun secara singkat, jelas, dan sistematis agar mudah dipahami.
6. Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi seluruh referensi yang digunakan dalam proposal, baik dari buku, jurnal ilmiah, artikel, maupun sumber daring lainnya. Oleh sebab itu, kamu harus tahu bagaimana cara menulis daftar pustaka dari jurnal yang benar.
7. Lampiran
Bagian terakhir adalah lampiran, yang memuat dokumen pendukung penelitian, seperti surat kerja sama dengan mitra atau instrumen penelitian. Setiap dokumen biasanya disajikan pada halaman terpisah.
Dengan memahami struktur ini, peneliti dapat menyusun proposal penelitian secara lebih rapi, sistematis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Cara Membuat Kerangka Proposal Penelitian
Agar proses penyusunan kerangka proposal penelitian menjadi lebih mudah, terdapat beberapa tahapan yang dapat dilakukan. Tahapan ini membantu peneliti menyusun alur proposal secara runtut dan terarah sejak awal.
1. Menentukan Topik Penelitian
Langkah pertama dalam menyusun kerangka proposal penelitian adalah menentukan topik penelitian. Topik penelitian biasanya berangkat dari suatu masalah yang perlu dikaji dan dicarikan solusinya.
Oleh karena itu, peneliti dapat mulai dengan mengamati berbagai persoalan di sekitar yang relevan dengan bidang keilmuan yang ditekuni.
2. Mempelajari Struktur Proposal Penelitian
Langkah selanjutnya yaitu dengan mempelajari struktur proposal penelitian. Pada tahap ini, peneliti perlu memahami urutan bab, subbab, serta isi yang harus dimuat dalam setiap bagian proposal.
Pemahaman terhadap struktur ini sangat penting agar penyusunan kerangka penelitian dapat dilakukan secara tepat dan tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku.
3. Menyusun Kerangka Proposal
Setelah struktur proposal dipahami, peneliti dapat mulai menyusun kerangka proposal penelitian. Kerangka dapat ditulis di atas kertas atau menggunakan dokumen baru di Microsoft Word. Kamu bisa menyusun bab demi bab sesuai urutan proposal yang telah dipelajari sebelumnya.
Pastikan setiap bagian dalam kerangka sudah tersusun secara sistematis dan sesuai dengan struktur umum proposal penelitian. Jika format proposal sudah ditentukan oleh institusi, maka format tersebut pada dasarnya dapat langsung digunakan sebagai kerangka dasar.
4. Mengembangkan Setiap Bagian Kerangka
Langkah terakhir yang harus kamu lakukan adalah mengembangkan setiap bab dan subbab yang telah tercantum dalam kerangka. Pada tahap ini, peneliti mulai mengisi kerangka dengan uraian yang lebih lengkap dan mendalam hingga membentuk proposal penelitian secara utuh.
Dengan cara tersebut, penyusunan kerangka proposal penelitian dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terarah.
Manfaat Kerangka Proposal Penelitian
Berikut ini adalah beberapa manfaat menyusun kerangka proposal penelitian:
- Membantu penulis mengikuti urutan dan struktur proposal penelitian yang sudah ditetapkan, sehingga proposal tersusun rapi dan mudah dipahami.
- Mencegah bagian proposal yang terlwat, dengan adanya kerangka, setiap bab dan subbab yang wajib ada dapat tercantum dengan lengkap, sesuai format dan ketentuan yang berlaku.
- Kerangka memudahkan peneliti menyusun proposal sesuai aturan resmi, termasuk format proposal hibah, sehingga peluang lolos seleksi menjadi lebih besar.
- Kerangka membantu penulis mengetahui bagian mana yang membutuhkan teori atau referensi, sehingga proses mencari dan menyusun bahan menjadi lebih terarah.
Itulah artikel dari dosenmahasiswa.id tentang struktur kerangka proposal penelitian yang bisa kamu jadikan contoh. Semoga bermanfaat!
Referensi:
Gramedia Literasi. Kerangka Proposal: Manfaat, Urutan, dan Cara Membuatnya. Gramedia. Diakses 27 Des. 2025.
Maisah A., Salsabila. “Menyusun Proposal Penelitian (Bagian BAB II Landasan Teori, Kerangka Berpikir dan Hipotesis).” UPT Jurnal, 24 Juli 2024. Diakses 27 Des. 2025