Struktur Laporan Penelitan Sederhana dan Contoh

Kalau kamu sedang menyiapkan proposal penelitian atau skripsi, jangan panik dulu. Proposal itu sebenarnya seperti peta jalan penelitianmu. Di dalamnya, kamu menjelaskan apa yang mau diteliti, kenapa itu penting, dan bagaimana cara melakukannya. Supaya lebih …

struktur laporan penelitian

Kalau kamu sedang menyiapkan proposal penelitian atau skripsi, jangan panik dulu. Proposal itu sebenarnya seperti peta jalan penelitianmu.

Di dalamnya, kamu menjelaskan apa yang mau diteliti, kenapa itu penting, dan bagaimana cara melakukannya. Supaya lebih gampang, yuk kita bahas bagian penting dalam proposal penelitian satu per satu.

Struktur Laporan Penelitian Skripsi dan Penelitian

Agar kamu lebih paham, berikut ini adalah struktur laporan penelitian yang benar:

1. Judul

Judul adalah wajah dari penelitianmu. Dari judul, pembaca langsung bisa tahu fokus utama penelitian. Karena itu, judul harus singkat tetapi jelas, informatif, dan langsung menggambarkan topik.

Judul yang baik juga tidak terlalu panjang sehingga mudah diingat. Hindarilah judul yang terlalu umum, misalnya “Studi tentang Pendidikan” karena terlalu luas. Lebih baik kamu menambahkan fokus yang spesifik, seperti “Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kreativitas Siswa SMA di Yogyakarta”.

2. Abstrak

Abstrak adalah bagian yang berisi tentang ringkasan singkat yang mencakup latar belakang masalah, tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil utama, dan kesimpulan.

Biasanya abstrak ditulis sekitar 150–250 kata. Intinya, pembaca yang membaca abstrak sudah langsung bisa memahami garis besar penelitianmu tanpa harus membuka seluruh dokumen.

3. Pendahuluan

Bagian pendahuluan adalah pintu masuk penelitianmu. Di sini kamu perlu menjelaskan alasan kenapa topik ini penting untuk diteliti, merinci pertanyaan penelitian yang ingin dijawab, menyebutkan hasil yang ingin dicapai, serta menggambarkan kontribusi yang bisa diberikan penelitianmu baik bagi ilmu pengetahuan maupun praktik di lapangan.

Pendahuluan yang baik akan membuat pembaca merasa bahwa topik penelitian yang kamu pilih memang layak diteliti.

4. Kajian Pustaka

Kajian pustaka menunjukkan bahwa penelitianmu memiliki dasar teori yang kuat. Bagian ini berisi uraian mengenai teori-teori yang relevan dengan topik, hasil penelitian terdahulu yang sejalan, serta hubungan antara teori dan penelitian sebelumnya dengan masalah yang sedang kamu teliti.

Dengan begitu, kamu bisa menunjukkan bahwa penelitianmu bukan asal-asalan, tetapi berdiri di atas landasan ilmiah.

5. Metodologi Penelitian

Metodologi menjawab pertanyaan “bagaimana cara kamu meneliti?”. Pada bagian ini kamu perlu menjelaskan desain penelitian yang dipilih, apakah kualitatif, kuantitatif, atau gabungan keduanya.

Selain itu, tuliskan juga populasi dan sampel yang digunakan, teknik pengumpulan data seperti kuesioner, wawancara, atau observasi, serta metode analisis data yang dipakai, misalnya uji regresi atau analisis tema.

Metodologi yang jelas akan membuat penelitianmu dianggap valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

6. Hasil Penelitian

Hasil penelitian berisi temuan-temuan yang diperoleh dari data yang telah dikumpulkan. Sajikan data tersebut secara rapi dengan menggunakan tabel, grafik, atau diagram agar lebih mudah dipahami.

Pada bagian ini kamu tidak perlu menambahkan interpretasi, cukup tampilkan hasil apa adanya.

7. Pembahasan

Bagian pembahasan adalah tempat kamu menganalisis hasil penelitian. Di sini kamu perlu membandingkan temuan dengan teori atau penelitian sebelumnya, menjelaskan alasan kenapa hasilnya bisa demikian, menyoroti keterbatasan penelitianmu, serta menguraikan implikasi atau manfaat dari temuan tersebut.

8. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan berisi jawaban singkat atas pertanyaan penelitian, sedangkan saran merupakan rekomendasi penelitian relevan berdasarkan hasil yang telah diperoleh. Saran ini bisa ditujukan bagi praktisi, peneliti lain, atau masyarakat umum.

9. Daftar Pustaka

Daftar pustaka menunjukkan bahwa penelitianmu berbasis pada referensi yang kredibel. Semua sumber yang digunakan harus ditulis sesuai format yang diminta kampus, misalnya Format APA Style atau MLA Style.

Selain meningkatkan kredibilitas, daftar pustaka juga penting untuk menghindari plagiarisme.

Baca Juga: Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Jurnal dan Contoh

10. Lampiran

Lampiran berisi data tambahan yang mendukung penelitian, seperti data mentah, kuesioner, pedoman wawancara, atau dokumen lain yang digunakan selama proses penelitian.

Itulah sedikit pembahasan dari dosenmahasiswa.id tentang struktur laporan penelitian. Menyusun proposal penelitian memang terlihat rumit, tetapi kalau kamu memahami strukturnya, semuanya akan lebih mudah.

Referensi:

Septiady, Eko. “Laporan Penelitian: Definisi, Struktur, dan Contohnya.” tSurvey Portal Penelitian, 27 Des. 2024. Diakses pada 17 Sept. 2025.

“Panduan Penulisan Laporan Penelitian Program Studi Teknik Informatika.” Binadarma University, dokumen panduan. Diakses pada 17 Sept. 2025.

Seorang penulis konten edukasi dengan fokus pada topik akademik, penelitian, dan teknologi pendidikan. Memiliki pengalaman lebih dari 7 tahun dalam penulisan artikel seputar, universitas, skripsi, metodologi penelitian, dan pengembangan akademik mahasiswa.