Observasi sistematis merupakan salah satu teknik penting dalam pengumpulan data penelitian terutama bagi mahasiswa dan peneliti. Metode ini banyak digunakan karena memungkinkan peneliti mengamati objek secara langsung dan memperoleh data yang akurat.
Berbeda dari observasi biasa, observasi sistematis dilakukan dengan mengikuti prosedur yang telah dirancang sebelumnya agar peneliti lebih terarah dan konsisten. Nah pada artikel berikut ini akan dibahas secara lengkap tentang observasi penelitian sistematis.
Pengertian Observasi Sistematis
Dilansir dari jurnal Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah, observasi adalah kegiatan untuk melakukan peninjauan secara cermat. Observasi sendiri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu berdasarkan pengamat terdiri dari observasi partisipan dan non partisipan. Kedua berdasarkan tingkat keteraturanya, yaitu observasi sistematis dan non sistematis.
Lalu apa itu observasi sistematis? Jadi observasi sistematis adalah metode observasi yang menggunakan pedoman atau instrumen untuk mencatata data secara terstruktur dan objektif.
Ciri-Ciri Observasi Sistematis
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri yang perlu kamu ketahui:
1. Terencana
Ciri ciri pertama yang perlu kamu ketahui adalah observasi itu biasanya dilakukan dengan persiapan yang cukup matang. Peneliti seharusnya sudah menentukan tujuan, objek, serta metode pengamatan sebelum kegiatan dimulai.
Dengan perencanaan yang matang, proses observasi penelitian dapat berjalan lebih terarah dan fokus pada aspek penting yang ingin diteliti.
2. Terstruktur
Oke, lanjut ke ciri ciri yang kedua, proses pengamatan mengikuti prosedur yang telah disusun sebelumnya. Setiap tahapan memiliki aturan yang jelas, sehingga pengamat tidak bekerja secara spontan atau acak.
Struktur ini membantu menjaga konsistensi selama proses observasi sedang berlangsung.
3. Objektif
Data yang dikumpulkan harus berdasarkan fakta nyata, bukan asumsi, opini, atau perasaan pribadi. Pengamat harus menghindari bias agar hasil yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi sebenarnya dari objek yang sedang diamati.
4. Faktual
Informasi yang diperoleh berasal dari data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil observasi harus menunjukkan kejadian atau kondisi sebagaimana adanya, sehingga dapat menjadi dasar yang kuat untuk analisis dan kesimpulan.
5. Dapat Direplikasi
Terakhir, observasi dilakukan menggunakan alat standar dan kriteria yang jelas, sehingga peneliti lain dapat mengulangi proses yang sama.
Jika prosedur diikuti dengan benar, hasil yang diperoleh akan relatif konsisten. Hal ini penting untuk memastikan keandalan data dalam penelitian ilmiah.
Kelebihan Observasi Sistematis
Berikut ini adalah kelebihan penelitian observasi sistematis yang harus kamu ketahui:
1. Objektivitas Lebih Tinggi
Pertama, observasi sistematis cenderung lebih objektif karena dilakukan dengan perencanaan yang sudah matang. Dengan dasar yang sudah ditentukan sebelumnya, peneliti dapat menghindari subjektivitas dan menjaga validitas data penelitian.
2. Proses Observasi Lebih Terstruktur
Teknik ini memiliki alur yang rapi, mulai dari perencanaan hingga pengamatan. Peneliti tahu apa yang harus diamati dan data apa saja yang perlu dicatat, sehingga risiko kehilangan fokus penelitian dapat diminimalkan.
3. Akurasi Data Lebih Baik
Karena hanya mencatat data yang sesuai kategori, hasil observasi menjadi lebih akurat. Data yang tidak relevan otomatis tersaring, sehingga kesalahan pencatatan dapat dihindari.
4. Data Lebih Mudah Dianalisis
Struktur data yang sudah sesuai kategori membuat proses analisis, baik kualitatif maupun kuantitatif, menjadi lebih sederhana dan cepat.
5. Observasi Lebih Efisien
Dengan perencanaan yang matang dan fokus yang jelas, proses observasi berjalan lebih cepat. Teknik ini cocok untuk penelitian dengan waktu terbatas karena membantu peneliti bekerja lebih efektif dan menghemat durasi penelitian.
Kekurangan Observasi Sistematis
Meskipun efektif, observasi sistematis tetap memiliki beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan sebelum digunakan. Berikut diantaranya:
1. Berpotensi Mengabaikan Aspek Lain
Karena peneliti hanya fokus pada kategori yang sudah ditentukan, aspek penting di luar fokus bisa saja terlewat. Padahal, aspek tersebut mungkin relevan bagi penelitian.
2. Kurang Fleksibel
Observasi ini biasanya berjalan sesuai rencana yang cukup terlambat. Akibatnya, peneliti bisa kesulitan menangkap fenomena secara mendalam. Misalnya, hanya menghitung jumlah siswa terlambat tanpa menggali alasan di balik keterlambatan tersebut.
3. Kehilangan Makna Kontekstual
Fokus yang terlalu sempit membuat peneliti mudah melewatkan konteks yang sebenarnya penting. Data mungkin akurat, tetapi kurang menggambarkan kondisi sebenarnya.
4. Tidak Cocok untuk Penelitian Eksplorasi
Karena sifatnya yang terstruktur dan kurang fleksibel, observasi sistematis kurang ideal untuk penelitian eksploratif yang membutuhkan pemahaman fenomena penelitian lebih dalam.
5. Efisien tetapi Kaku
Walaupun prosesnya cepat dan terencana, hasil observasi cenderung kaku. Peneliti bisa kehilangan sudut pandang alternatif atau informasi penting yang berada di luar kategori yang sudah ditetapkan.
Baca Juga: Laporan Penelitian: Struktur, Manfaat, dan Cara Membuat
Contoh Observasi Sistematis
Berikut beberapa contoh observasi sistematis dengan objek penelitian berbeda untuk membantu memahami penerapan metode ini.
Contoh Observasi Sistematis 1
Observasi Efektivitas Pelayanan di Perpustakaan Kampus
Observasi ini dilakukan untuk menilai seberapa cepat dan efisien layanan peminjaman buku di perpustakaan. Peneliti mencatat waktu pelayanan menggunakan kategori: Sangat Cepat (≤3 menit), Cukup Cepat (4–7 menit), dan Lambat (>7 menit). Pengamatan dilakukan selama dua minggu untuk melihat pola keramaian, efisiensi petugas, dan faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan.
Contoh Observasi Sistematis 2
Observasi Kepatuhan Pengendara di Area Lampu Merah
Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kepatuhan pengendara terhadap aturan lalu lintas di perempatan padat. Peneliti mencatat perilaku pengendara dalam kategori: Berhenti Sesuai Marka, Berhenti Melewati Garis, dan Menerobos Lampu Merah. Data dikumpulkan pada jam sibuk selama satu minggu untuk mengetahui tren pelanggaran serta menentukan kebutuhan intervensi seperti penambahan rambu atau petugas lapangan.
Berikut informasi dari dosenmahasiswa.id tentang observasi sistematis penelitian yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan penelitian. Semoga bermanfaat!
Referensi:
Hasanah, Hasyim. Teknik-Teknik Observasi: Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial. Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Semarang. Diakses pada 30 Nov. 2025.
Pujiati. “Metode Observasi Sistematis: Perbedaan, Kelebihan, Contoh.” Penerbit Deepublish, 17 Mar. 2025. Diakses pada 30 Nov. 2025.
FAQ
Karena penulisan yang sistematis membuat laporan lebih jelas, mudah dipahami, objektif, dan valid sebagai data ilmiah.