Kajian Teori: Fungsi, Contoh, dan Cara Membuat

Lagi mentok di Bab 2 skripsi dan bingung bedanya kajian teori sama kajian pustaka itu apa? Kamu nggak sendirian. Banyak mahasiswa tingkat akhir yang akhirnya asal comot definisi dari internet tanpa benar-benar paham fungsi bagian …

kajian teori

Lagi mentok di Bab 2 skripsi dan bingung bedanya kajian teori sama kajian pustaka itu apa? Kamu nggak sendirian. Banyak mahasiswa tingkat akhir yang akhirnya asal comot definisi dari internet tanpa benar-benar paham fungsi bagian ini dalam penelitian mereka.

Padahal, kajian teori adalah salah satu fondasi paling penting dari sebuah karya ilmiah. Bagian ini yang nantinya jadi pondasi buat menjelaskan kenapa penelitianmu masuk akal secara akademis, bukan sekadar opini pribadi.

Di artikel ini, kamu akan diajak memahami apa itu kajian teori, apa bedanya dengan kajian pustaka, fungsinya dalam skripsi, sampai langkah-langkah menyusunnya beserta contoh nyata dari skripsi mahasiswa.

Pengertian Kajian Teori

Apa itu kajian teori? Kajian teori atau sering juga disebut landasan teori adalah serangkaian konsep, definisi, dan perspektif mengenai satu hal yang tersusun rapi. Bagian ini menjadi salah satu unsur penting dalam karya tulis ilmiah karena nantinya menjadi landasan teori atau dasar teori dari penelitian yang dilakukan.

Biasanya, sebelum menyusun kajian teori, kamu perlu menuntaskan dulu bagian pendahuluan penelitian, supaya arah dan fokus kajian teorimu jelas sejak awal.

Kajian Teori vs Kajian Pustaka, Apa Bedanya?

Kajian teori berisi konsep, definisi, dan teori dari para ahli yang menjelaskan variabel penelitianmu secara langsung. Sementara itu, kajian pustaka merupakan hasil dari penelitian terdahulu yang relevan dengan masalah yang sedang dikaji oleh peneliti.

Dengan kata lain, kajian pustaka lebih fokus pada apa yang sudah diteliti orang lain sebelumnya, sedangkan kajian teori fokus pada teori dasar yang mendukung variabelmu.

Fungsi kajian pustaka juga cukup krusial, karena kedudukan tinjauan pustaka ini akan menjadi penentu bobot penelitian apakah penelitianmu bersifat penyempurna, pelengkap, pembanding, pengembangan, atau uji ulang dari penelitian sebelumnya.

Kenapa Kajian Teori Penting dalam Penelitian?

Bukan cuma formalitas, kajian teori punya beberapa fungsi nyata yang memengaruhi kualitas penelitianmu.

Salah satu manfaat utama kajian teori adalah membantu peneliti memiliki dasar berpikir yang jelas. Dari teori inilah peneliti dapat menyusun hipotesis, menentukan batas penelitian, hingga memilih indikator yang nantinya digunakan dalam penyusunan instrumen penelitian.

Cara Menentukan Teori yang Tepat untuk Kajian Teori

Salah satu tantangan terbesar mahasiswa adalah memilih teori yang benar-benar relevan, bukan asal comot dari buku atau jurnal pertama yang ditemukan. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.

1. Analisis Masalah Penelitian Terlebih Dahulu

Sebelum mencari teori, pastikan kamu sudah memahami betul masalah yang ingin diteliti. Teori dalam penelitian adalah seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang memberikan kerangka berpikir sistematis mengenai sebuah fenomena, dengan menampilkan hubungan antarvariabel untuk memprediksi gejala yang muncul. Jadi, teori yang kamu pilih harus benar-benar bisa menjelaskan masalah tersebut.

2. Cari Sumber Pustaka yang Relevan

Cara menentukan teori dalam penelitian bisa dilakukan dengan mencari sumber pustaka yang relevan dengan masalah penelitian, lalu memilih sumber yang tepat untuk menguatkan argumen.

Semakin spesifik teori yang kamu temukan, semakin baik, karena bisa memberi penjelasan yang lebih mendalam untuk topikmu.

3. Perhatikan Kapan Teori Itu Dikemukakan

Jangan asal pakai teori lama tanpa pertimbangan. Landasan penelitian sebaiknya memakai teori yang sudah diperbarui, karena pemakaian teori lama berisiko menghasilkan temuan yang tidak relevan dengan konteks saat ini. Usahakan mencari teori dari hasil penelitian dan publikasi yang terkini.

4. Kumpulkan dari Berbagai Sumber Ilmiah

Lakukan kajian literatur melalui jurnal, buku referensi, dan publikasi ilmiah lain yang kredibel. Semakin beragam sumber yang kamu baca, semakin kaya juga sudut pandang yang bisa kamu masukkan ke dalam kajian teori.

Struktur dan Isi Kajian Teori

Secara umum, kajian teori biasanya berisi beberapa bagian berikut:

  • Deskripsi teori: penjelasan mendalam tentang konsep dan variabel yang diteliti, lengkap dengan definisi dari beberapa ahli.
  • Penelitian terdahulu (kajian pustaka): ringkasan penelitian sejenis yang pernah dilakukan, termasuk perbedaannya dengan penelitianmu.
  • Kerangka berpikir: penjelasan mengenai hubungan antarvariabel yang menjadi dasar hipotesis.
  • Hipotesis: dugaan sementara yang akan diuji melalui penelitian.

Contoh Kajian Teori dalam Skripsi

Supaya lebih kebayang, berikut gambaran penerapan kajian teori dari beberapa skripsi.

Pada skripsi dari Universitas Negeri Yogyakarta dengan topik penelitian dan pengembangan, bagian kajian teori diawali dengan deskripsi teori. Metode penelitian dan pengembangan atau “Research and Development” dijelaskan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu sekaligus menguji keefektifan produk tersebut.

Penjelasan ini kemudian dilanjutkan dengan rujukan dari ahli, misalnya menurut Sugiyono (2009: 297), penelitian pengembangan produk pembelajaran menggunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan sekaligus menguji keefektifan produk agar bisa berfungsi di masyarakat luas.

Sementara itu, pada skripsi dari Universitas Muhammadiyah Malang yang membahas implementasi Pacelathon Basa Jawa, bagian kajian teoritis menekankan pentingnya kepustakaan.

Dalam penelitian kualitatif, pencarian dan pengadaan literatur merupakan hal yang penting, karena kepustakaan menjadi jembatan bagi peneliti untuk mendapatkan landasan konstruksi teoritik. Dari sini terlihat bahwa kajian pustaka membantu peneliti mengidentifikasi masalah sekaligus menentukan arah penelitiannya.

Itulah artikel dari Dosen Mahasiswa tentang kajian teori. Dari dua contoh ini, kamu bisa melihat bahwa cara penyampaian kajian teori memang bisa berbeda-beda tergantung jenis penelitian (kuantitatif atau kualitatif), tapi tujuannya tetap sama, memberi dasar konseptual yang kuat untuk penelitian yang dilakukan.

Referensi:

Deepublish Store. Kajian Teori: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh. Deepublish Store, https://deepublishstore.com/blog/penelitian-skripsi/kajian-teori/. Diakses 3 Juli 2026.

Penerbit Deepublish. Kajian Teori: Beda dengan Kajian Pustaka dan Cara Menyusunnya. Penerbit Deepublish, https://penerbitdeepublish.com/information/kajian-teori/. Diakses 3 Juli 2026.

Gramedia. Kajian Teori. Gramedia Literasi, https://www.gramedia.com/literasi/kajian-teori/. Diakses 3 Juli 2026.

Seberapa membantu post ini?

Seorang penulis konten edukasi dengan fokus pada topik akademik, penelitian, dan teknologi pendidikan. Memiliki pengalaman lebih dari 7 tahun dalam penulisan artikel seputar, universitas, skripsi, metodologi penelitian, dan pengembangan akademik mahasiswa.