Cara Menulis Penelitian Terdahulu Pada Skripsi

Saat kamu sedang menyusun skripsi atau penelitian tentu harus memhami terlebih dulu cara penulisan penelitian. Biasanya dalam menyusun karya ilmiah, bagian penelitian terdahulu punya peran penting. Bagian ini membantu menunjukkan bahwa penelitian yang kamu lakukan …

cara menulis penelitian terdahulu pada skripsi

Saat kamu sedang menyusun skripsi atau penelitian tentu harus memhami terlebih dulu cara penulisan penelitian. Biasanya dalam menyusun karya ilmiah, bagian penelitian terdahulu punya peran penting.

Bagian ini membantu menunjukkan bahwa penelitian yang kamu lakukan memang relevan, punya dasar teori yang kuat, dan berbeda dari penelitian sebelumnya. Lalu bagaimana cara menulis penelitian terdahulu yang benar? simak artikel berikut ini!

Pengertian Penelitian Terdahulu

Sebelum lanjut ke bagian tutorial, kamu harus tahu apa itu penelitian terdahulu? Menurut Randi (2018: 15) penelitian terdahulu adalah salah satu acuan peneliti dalam melakukan penelitian sehingga peneliti dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan.

Dari penelitian terdahulu, peneliti tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian peneliti.

Cara Menulis Penelitian Terdahulu

Supaya penulisannya rapi dan tepat sasaran, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu ikuti berikut ini.

1. Menentukan Judul

Langkah pertama adalah mencari judul atau topik penelitian terdahulu yang masih berkaitan dengan penelitian yang akan kamu lakukan. Topik ini sebaiknya memiliki kesamaan variabel, konsep, atau objek penelitian.

Untuk mencarinya, kamu bisa memanfaatkan database jurnal universitas, repository kampus, Google Scholar, atau website jurnal ilmiah resmi. Setelah itu, pilih jurnal, skripsi, atau disertasi yang paling relevan dan benar-benar mendukung topik penelitianmu.

2. Membaca Abstrak

Setelah menemukan penelitian yang sesuai, jangan langsung membaca keseluruhan isi. Mulailah dari bagian abstrak. Abstrak memberikan gambaran singkat tentang tujuan penelitian, latar belakang masalah, metode yang digunakan, hingga hasil dan kesimpulannya.

Dari abstrak ini, kamu bisa menilai apakah penelitian tersebut layak dijadikan referensi atau tidak. Selain itu, abstrak juga membantu kamu memahami arah penelitian tanpa harus membaca seluruh isi jurnal sejak awal.

3. Menuliskan Studi Pendahuluan

Langkah berikutnya adalah mulai menuliskan studi pendahuluan atau ringkasan dari penelitian terdahulu yang sudah kamu pilih. Fokuskan pada poin-poin penting seperti tujuan penelitian, metode yang digunakan, serta hasil yang diperoleh.

Pastikan penulisannya ringkas, jelas, dan tetap menggunakan bahasa ilmiah yang mudah dipahami. Kamu tidak perlu menyalin isi penelitian secara utuh, cukup ambil inti yang relevan dengan penelitianmu.

4. Melakukan Perbandingan

Tahap terakhir adalah membandingkan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan kamu lakukan. Perbandingan ini penting untuk menunjukkan letak perbedaan, kebaruan, atau pengembangan dari penelitian sebelumnya.

Dengan melakukan perbandingan, kamu bisa menegaskan bahwa penelitian yang kamu lakukan tidak mengulang topik yang sama, melainkan menawarkan sudut pandang, variabel, atau solusi baru terhadap masalah yang diteliti.

Itulah artikel dari dosenmahasiswa.id tentang bagaimana cara menulis penelitian terdahulu yang benar pada skripsi atau penelitian. Semoga bermanfaat!

Referensi:

Deepublish. “Cara Membuat Penelitian Terdahulu.” Penerbit Deepublish, 19 Juli 2022, https://penerbitdeepublish.com/penelitian-terdahulu/. Diakses 31 Januari 2026.

Penelitian tentang Brand Ambassador dan Free Gift terhadap Keputusan Pembelian. Digilib UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Diakses 31 Januari 2026.

Seorang penulis konten edukasi dengan fokus pada topik akademik, penelitian, dan teknologi pendidikan. Memiliki pengalaman lebih dari 7 tahun dalam penulisan artikel seputar, universitas, skripsi, metodologi penelitian, dan pengembangan akademik mahasiswa.