Dalam penulisan ilmiah, mencantumkan sumber gambar dalam skripsi adalah hal yang wajib kamu lakukan agar terhindar dari claim hak cipta. Setiap gambar yang diambil dari literatur, internet, atau sumber lainnya harus disertai dengan keterangan asal usul yang jelas.
Hal ini tidak hanya membantu menjaga integritas penelitian, tetapi juga menghindarkan penulis dari potensi plagiarisme visual.
Pentingnya Mencantumkan Sumber Gambar dalam Skripsi
Berikut ini pentingnya harus mencantumpkan sumber gambar pada skripsi yang sedang kamu susun:
1. Menghindari Plagiarisme
Plagiarisme visual adalah penggunaan gambar yang tidak menyebutkan sumber asli. Hal ini tentu akan melanggar etika akademik dan dapat menurunkan kredibilitas penelitian. Dalam dunia akademik, setiap elemen yang bukan hasil karya sendiri, termasuk gambar, wajib diberi keterangan sumber.
2. Meningkatkan Kredibilitas Referensi
Perlu kamu ketahui bahwa mencantumkan sumber gambar tidak hanya persyaratan akademik saja, namun juga akan memperkuat kredibilitas penelitian yang sedang kamu kerjakan.
Pembaca dapat menelusuri kembali sumbe rgambar yang asli untuk memverifikasi data yang disajikan. Hal ini membangun kepercayaan pembaca ketika sedang membaca penelitian ilmiah.
3. Kesesuaian dengan Kaidah Akademik
Banyak institusi pendidikan tinggi, seperti Universitas Indonesia (UI) yang mewajibkan mahasiswa untuk mencantumkan sumber gambar di bawah judul gambar. Pedoman tersebut memastikan bahwa setiap ilustrasi yang bukan hasil olahan sendiri diberi keterangan asal yang jelas.
Cara Penulisan Sumber Gambar Pada Skripsi
Berikut ini adalah beberapa penulisan sumber gambar yang benar sesuai dengan ketentuan:
1. Penulisan Gambar dari Internet
Semua gambar yang diambil dari internet, termasuk media sosial, memerlukan keterangan sumber. Jika tidak diketahui siapa pemilik asli gambar tersebut, sebaiknya mencantumkan nama situs atau organisasi yang menyediakannya.
Selain mencantumkan di bawah gambar, referensi gambar juga perlu ditulis di daftar pustaka dengan format sesuai gaya referensi yang digunakan (APA, MLA, Chicago, dll.).
Format APA:
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2024). Peta Lokasi Pendidikan di Indonesia. Diakses pada 8 Mei 2025, dari https://www.kemdikbud.go.id.
Format PLA:
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peta Lokasi Pendidikan di Indonesia. 2024. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Accessed 8 May 2025, https://www.kemdikbud.go.id.
2. Penulisan Gambar dari Buku, Jurnal, dan Laporan
Jika gambar diambil dari buku, artikel jurnal, atau laporan penelitian, sumbernya harus dirujuk seperti kutipan teks.
Contohnya:
- Gambar 1. Proses Pengolahan Data. Sumber: Hakim, 2025.
- Gambar 2. Proses Pengolahan Data Artificial Intelligence. Sumber: Hakim, 2025.
3. Penulisan Gambar dari Gambar Buatan Sendiri
Jika kamu memiliki gambar atau ilustrasi yang kamu buat sendiri, kamu tidak perlu mencantumkan sumber. Namun, jika data di dalamnya berasal dari penelitian lain, tetap harus dituliskan sumber datanya.
Contoh Penulisan Sumber Gambar dalam Skripsi
1. Contoh Penulisan Caption Gambar
Misal, Anda mengambil ilustrasi piramida dari buku Prompt AI karya Hasyim (2025). Berikut ini adalah punulisan sumber gambar yang benar:
- Gambar 3. Piramida Kebutuhan Maslow. Sumber: Hasyim, 2025.
2. Contoh Sitasi Gambar dalam Teks
Dalam penulisan teks, gambar dirujuk dengan nomor yang sesuai, contohnya:
- “Seperti terlihat pada Gambar 2, proses penelusuran data dilakukan menggunakan bantuan ChatGPT (Hasyim, 2025).”
Kesalahan dalam Penulisan Sumber Gambar
Berikut ini beberapa kesalahan yang harus kamu hindari dalam penulisan sumber gambar:
1. Tidak Menyebutkan Sumber
Tidak menyertakan sumber asli adalah bentuk plagiarisme dan melanggar etika akademik.
2. Hanya Menyebutkan URL
Cara mengutip dari website tidak hanya URL saja. Harus disertai dengan nama penulis atau organisasi, tahun publikasi, dan judul gambar jika tersedia.
3. Mengambil Gambar Berhak Cipta tanpa Izin
Gambar yang memiliki hak cipta tidak bisa digunakan secara bebas. Pastikan gambar memiliki lisensi Creative Commons atau izin eksplisit dari pemiliknya.
Tips Menyusun Gambar dan Sumbernya dalam Skripsi
- Tempatkan gambar sedekat mungkin dengan teks yang merujuknya.
- Gunakan nomor urut berurutan sesuai bab (misal Gambar 1.1, 1.2, 1.3).
- Pastikan resolusi gambar cukup jelas. Gambar buram atau kecil akan mengurangi kejelasan data.
- Beri judul yang informatif dan deskriptif.
- Simpan file asli gambar dan catatan sumbernya.
- Cantumkan keterangan “telah diolah” jika gambar diedit atau diubah dari versi aslinya.
Itu dia artikel dari dosenmahasiswa.id yang membahas tentang penulisan sumber gambar pada skirpsi yang benar sesuai dengan kaidah akademik. Semoga artikel ini bermanfaat!
Referensi:
Universitas Kristen Petra. (2025). Pedoman Tugas Akhir 2025 (Diperbarui 28 Maret 2025). Diakses 10 Mei 2025