Setiap paragraf selalu berangkat dari satu ide pokok atau gagasan utama. Agar pesan yang ingin disampaikan tidak terasa samar, gagasan tersebut perlu dikembangkan dengan kalimat penjelas yang saling berkaitan. Proses inilah yang disebut sebagai pola pengembangan paragraf.
Nah pada artikel ini akan dibahas secara lengkap tentang jenis-jenis pola pengembangan paragraf yang sering digunakan. Simak selengkapnya!
Pengertian Pola Pengembangan Paragraf
Sebelum lanjut, kamu harus tahu apa itu pola pengembangan paragraf? Jadi, Pola pengembangan paragraf adalah cara yang digunakan penulis untuk menguraikan dan menjelaskan gagasan utama dalam sebuah paragraf.
Melalui pola ini, penulis menambahkan kalimat-kalimat penjelas agar ide yang disampaikan menjadi lebih jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.
Pemilihan pola yang tepat akan membantu penulis menyajikan informasi secara lebih terperinci dan runtut. Oleh karena itu, memahami pola pengembangan paragraf menjadi hal yang penting, terutama dalam penulisan karya ilmiah.
Jenis Pola Pengembangan Paragraf
Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis pola pengembangan paragraf yang sering digunakan dalam penelitian atau karya tulis ilmiah lainnya:
1. Pola Pengembangan Paragraf Definisi
Pola pengembangan paragraf definisi adalah cara menyusun paragraf yang berfokus pada penjelasan makna suatu istilah atau konsep tertentu. Melalui pola ini, pembaca diajak untuk memahami dengan jelas apa yang dimaksud oleh penulis sebelum masuk ke pembahasan yang lebih luas.
Biasanya, penjelasan definisi ditandai dengan penggunaan kata seperti yaitu, merupakan, ialah, diartikan sebagai, dan adalah. Kata-kata tersebut berfungsi sebagai penanda bahwa penulis sedang menjelaskan makna suatu istilah.
Contoh pola pengembangan paragraf definisi:
Plagiarisme adalah tindakan mengambil ide, tulisan, atau karya orang lain tanpa mencantumkan sumber aslinya. Dalam dunia akademik, plagiarisme diartikan sebagai pelanggaran etika yang dapat merugikan penulis asli sekaligus mencederai nilai kejujuran ilmiah.
Oleh karena itu, setiap mahasiswa dan peneliti wajib memahami pengertian plagiarisme agar dapat menghindarinya dalam penulisan karya ilmiah.
2. Pola Pengembangan Paragraf dengan Analogi
Pola pengembangan paragraf analogi adalah cara menjelaskan suatu gagasan dengan membandingkannya pada hal lain yang sudah dikenal pembaca. Meskipun kedua hal tersebut berbeda, keduanya memiliki kesamaan tertentu yang dapat dijadikan perumpamaan.
Perbandingan ini membantu pembaca menangkap maksud penulis dengan lebih cepat karena dikaitkan dengan sesuatu yang familiar. Namun, analogi yang digunakan harus relevan agar tidak menimbulkan kebingungan.
Contoh Pola Pengembangan Paragraf Analogi:
Proses menulis skripsi dapat diibaratkan seperti mendaki gunung. Pada awalnya, perjalanan terasa berat karena harus menentukan topik dan menyusun proposal. Namun, seiring langkah yang konsisten dan persiapan yang matang, pendakian akan terasa lebih ringan hingga akhirnya mencapai puncak berupa kelulusan.
3. Pola Pengembangan Paragraf Contoh
Pola pengembangan paragraf contoh adalah cara mengembangkan gagasan dengan menyertakan contoh-contoh yang relevan. Contoh tersebut berfungsi untuk memperjelas ide utama sehingga pembaca lebih mudah memahaminya.
Penggunaan contoh yang tepat juga membuat tulisan menjadi lebih menarik dan mudah diingat. Agar efektif, contoh yang dipilih harus sesuai dan benar-benar mendukung gagasan yang sedang dibahas. Biasanya, pola ini ditandai dengan penggunaan kata seperti misalnya dan contohnya.
Contoh Pola Pengembangan Paragraf Contoh:
Media sosial memiliki peran penting dalam penyebaran informasi. Contohnya, Instagram sering digunakan sebagai sarana promosi bisnis, sedangkan Twitter dimanfaatkan untuk berbagi berita singkat dan opini. Misalnya, banyak pelaku UMKM yang memasarkan produknya melalui konten foto dan video pendek.
4. Pola Pengembangan Paragraf Pembandingan
Pola pengembangan paragraf pembandingan adalah cara menyusun paragraf dengan membandingkan dua hal untuk menunjukkan persamaan dan perbedaan. Melalui perbandingan ini, pembaca dapat memahami karakteristik objek secara lebih jelas.
Pola ini membantu penulis menjelaskan suatu konsep dengan lebih terstruktur karena pembaca diajak melihat dua hal dari sudut pandang yang sama. Biasanya, pembandingan dilakukan untuk menonjolkan kelebihan, kekurangan, atau fungsi dari masing-masing hal yang dibandingkan.
Contoh Pola Pengembangan Paragraf Pembandingan:
Belajar secara daring dan luring memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan pemahaman mahasiswa. Namun, pembelajaran daring lebih fleksibel karena dapat diakses dari mana saja, sedangkan pembelajaran luring memungkinkan interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa. Dari segi kedisiplinan, kelas luring cenderung lebih terkontrol dibandingkan kelas daring.
5. Pola Pengembangan Paragraf Kronologi
Pola pengembangan paragraf kronologi adalah cara mengembangkan paragraf dengan menjelaskan suatu peristiwa secara berurutan berdasarkan waktu. Dalam pola ini, penulis menyampaikan ide pokok dengan memperhatikan tahapan kejadian dari awal hingga akhir.
Pola kronologi sering digunakan dalam cerita, laporan peristiwa, atau penulisan sejarah karena membantu pembaca memahami alur kejadian secara runtut dan logis.
Contoh Pola Pengembangan Paragraf Kronologi:
Proses pendaftaran mahasiswa baru dimulai dengan pengisian formulir secara daring. Setelah itu, calon mahasiswa mengikuti seleksi administrasi dan tes masuk. Tahap terakhir adalah pengumuman hasil seleksi dan proses daftar ulang bagi peserta yang dinyatakan lulus.
6. Pola Pengembangan Paragraf Ilustrasi
Pola pengembangan paragraf ilustrasi adalah cara menyusun paragraf dengan menggambarkan suatu objek, suasana, atau peristiwa secara jelas. Penulis menjelaskan apa yang dilihat atau dialami sehingga pembaca dapat membayangkan hal yang sedang dibahas.
Melalui ilustrasi yang tepat, pembaca tidak hanya memahami isi paragraf, tetapi juga merasakan suasana dan detail dari objek atau peristiwa tersebut.
Contoh Pola Pengembangan Paragraf Ilustrasi
Pagi itu, ruang perpustakaan kampus tampak tenang dan rapi. Deretan rak buku tersusun memanjang, sementara cahaya matahari masuk melalui jendela besar di sisi ruangan. Beberapa mahasiswa terlihat duduk serius membaca, ditemani suara lembut pendingin ruangan yang membuat suasana semakin nyaman.
7. Pola Pengembangan Paragraf Sebab – Akibat (Kausalitas)
Pola pengembangan paragraf sebab–akibat adalah cara menyusun paragraf dengan menjelaskan hubungan antara suatu peristiwa dan dampak yang ditimbulkannya. Penulis memaparkan apa yang menjadi penyebab suatu kejadian, lalu diikuti akibat yang muncul dari kejadian tersebut.
Pola ini sangat cocok digunakan untuk membahas topik yang memiliki hubungan logis antara sebab dan hasil, sehingga pembaca dapat memahami alur peristiwa secara jelas dan masuk akal.
Contoh Pola Pengembangan Paragraf Sebab-Akibat:
Kurangnya manajemen waktu menjadi penyebab menurunnya prestasi belajar mahasiswa. Akibatnya, banyak tugas yang dikerjakan terburu-buru sehingga hasilnya kurang maksimal. Kondisi ini juga membuat mahasiswa mudah merasa stres karena beban akademik yang menumpuk.
8. Pola Pengembangan Paragraf Klasifikasi–Divisi
Pola pengembangan paragraf klasifikasi–divisi adalah cara menyusun paragraf dengan mengelompokkan suatu objek atau konsep berdasarkan kriteria tertentu. Melalui pola ini, pembahasan menjadi lebih teratur dan mudah dipahami.
Ciri utama pola ini adalah penggunaan kata-kata seperti dibagi atau digolongkan untuk menunjukkan pembagian suatu hal ke dalam beberapa kelompok.
Contoh Pola pengembangan paragraf klasifikasi–divisi:
Jenis sumber belajar dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu buku cetak, media digital, dan sumber belajar langsung. Buku cetak mencakup buku teks dan modul, media digital meliputi e-book dan video pembelajaran, sedangkan sumber belajar langsung berupa diskusi, praktik, dan observasi lapangan.
9. Pola Pengembangan Paragraf Repetisi
Pola pengembangan paragraf repetisi adalah cara menyusun paragraf dengan mengulang gagasan utama yang sudah disampaikan di awal paragraf. Pengulangan ini biasanya muncul kembali di bagian akhir sebagai penegasan atau simpulan.
Melalui repetisi, pembaca lebih mudah memahami dan mengingat pesan utama yang ingin disampaikan. Ciri khas pola ini adalah adanya pengulangan kata, frasa, atau kalimat penting dalam satu paragraf.
Contoh Pola pengembangan paragraf repetisi:
Disiplin merupakan kunci keberhasilan mahasiswa dalam menempuh pendidikan. Dengan disiplin, mahasiswa mampu mengatur waktu belajar, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan menjaga konsistensi akademik. Oleh karena itu, disiplin tetap menjadi kunci utama untuk meraih keberhasilan selama masa perkuliahan.
10. Pola Pengembangan Paragraf Kombinasi
Pola pengembangan paragraf kombinasi adalah cara menyusun paragraf dengan menggabungkan dua atau lebih pola pengembangan sekaligus. Teknik ini digunakan agar gagasan utama dapat dijelaskan secara lebih lengkap dan mendalam.
Dengan pola kombinasi, penulis memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan cara penyampaian ide, misalnya memadukan definisi dengan contoh atau sebab-akibat dengan kronologi, sehingga paragraf terasa lebih kaya dan mudah dipahami.
Contoh Pola pengembangan paragraf kombinasi:
Literasi digital adalah kemampuan seseorang dalam memahami dan menggunakan teknologi digital secara bijak. Contohnya, mahasiswa perlu memilah informasi yang valid sebelum membagikannya di media sosial. Jika kemampuan ini rendah, akibatnya informasi hoaks mudah tersebar dan dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Itulah artikel dari dosenmahasiswa.id tentang jenis pola pengembangan paragraf yang biasanya digunakan dalam penelitian. Semoga bermanfaat!
Referensi:
Ulvia, Citra Winda, Mulyanto Widodo, dan Munaris. Pola Pengembangan Paragraf pada Teks Bacaan dalam Buku Pelajaran Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, n.d. Diakses 25 Des 2025
Lanin, Ivan. “Delapan Teknik Pengembangan Paragraf.” Medium, 22 Sept. 2023. Diakses 25 Des 2025