Observasi Paritisipatif Adalah: Jenis, Contoh dan Kelebihan

Observasi merupakan salah satu metode penting dalam penelitian, dan salah satu bentuknya adalah observasi partisipatif atau partisipan. Berbeda dengan observasi sistematis, observasi ini diharuskan peneliti terlibat langsung dalam lingkungan atau kelompok sosial yang diteliti, sehingga …

observasi partisipatif

Observasi merupakan salah satu metode penting dalam penelitian, dan salah satu bentuknya adalah observasi partisipatif atau partisipan.

Berbeda dengan observasi sistematis, observasi ini diharuskan peneliti terlibat langsung dalam lingkungan atau kelompok sosial yang diteliti, sehingga dapat mengamati perilaku, interaksi, serta kebiasaan para partisipan dari dalam.

Pendekatan ini sangat berharga, terutama bagi penelitian yang ingin memahami pengalaman individu atau kelompok secara lebih mendalam dalam konteks sosial tertentu.

Pengertian Observasi Paritisipatif

Apakah kamu sudah tahu apa itu observasi partisipatif? Jadi, Observasi partisipatif adalah metode penelitian di mana peneliti ikut terlibat dalam aktivitas sehari-hari individu atau kelompok yang sedang diteliti

Dengan cara ini, peneliti tidak hanya melihat dari luar, tetapi benar-benar mengalami situasi yang sama dengan subjek penelitian. Hasilnya, data yang diperoleh cenderung lebih kaya, detail, dan mampu menggali makna di balik setiap perilaku yang tampak.

Jenis Jenis Observasi Partisipatif

Berikut ini adalah beberapa jenis observasi partisipatif beserta penjelasan lengkapnya menurut Sugiyono:

1. Partisipasi Pasif

Pada tingkat ini, peneliti hadir di lokasi penelitian tetapi tidak ikut terlibat dalam aktivitas yang dilakukan kelompok atau individu yang diamati. Peneliti hanya melakukan pengamatan dari luar tanpa mempengaruhi jalannya kegiatan.

Pendekatan ini sangat cocok untuk kamu gunakan ketika ingin menghindari intervensi dalam perilaku alami subjek.

2. Partisipasi Moderat

Pada tahap ini, peneliti memiliki posisi seimbang antara orang dalam (insider) dan orang luar (outsider). Artinya, peneliti ikut dalam beberapa aktivitas tertentu, tetapi tidak seluruhnya.

Model ini sangat cocok untuk kamu gunakan ketika perlu memahami konteks sosial lewat pengalaman langsung.

3. Partisipasi Aktif

Dalam partisipasi aktif, peneliti benar-benar ikut terlibat dalam kegiatan sehari-hari subjek penelitian, bahkan melakukan sebagian besar aktivitas yang dilakukan kelompok tersebut.

Namun, pada tahap ini peneliti masih mempertahankan kesadaran sebagai peneliti—bukan sepenuhnya menyatu sebagai anggota kelompok.

Tingkat ini bermanfaat ketika tujuan penelitian adalah memahami pola pikir, nilai, serta makna yang tersembunyi di balik tindakan, bukan hanya mengamati perilaku dari permukaan.

4. Partisipasi Lengkap

Ini merupakan tingkat keterlibatan tertinggi, di mana peneliti menjadi bagian penuh dari kelompok yang diteliti. Keberadaan peneliti tidak lagi dianggap sebagai pihak eksternal, dan aktivitas berlangsung secara alami tanpa pengaruh keberadaan peneliti.

Namun metode ini memiliki tantangan etika dan objektivitas, karena peneliti berisiko kehilangan jarak analitis jika terlalu larut dalam kelompok.

Kelebihan dan Kekurangan Observasi Partisipasi 

Kelebihan Observasi Partisipatif

Beberapa keuntungan utama dari metode ini antara lain:

  • Data lebih Bagus: Peneliti berada langsung di dalam situasi, sehingga informasi yang diperoleh lebih akurat dan tidak hanya bergantung pada perkataan responden.
  • Memahami makna di balik perilaku: Peneliti tidak hanya melihat apa yang dilakukan, tetapi juga mengapa tindakan tersebut terjadi.
  • Membangun hubungan dan kepercayaan: Karena peneliti hadir sebagai bagian dari kelompok, responden biasanya lebih nyaman dan terbuka. Hal ini membuat data yang diperoleh lebih jujur dan detail.
  • Mendeteksi hal yang tidak terucap: Banyak perilaku sosial terjadi secara spontan atau nonverbal. Metode ini membantu peneliti menangkap detail kecil yang sering luput dari wawancara.

Kekurangan Observasi Partisipatif

Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:

  • Potensi bias: Peneliti bisa kehilangan objektivitas jika terlalu larut atau merasa menjadi bagian dari kelompok (going native)
  • Membutuhkan waktu yang cukup lama: Peneliti perlu beradaptasi, membangun kepercayaan, dan tidak bisa dilakukan secara instan.
  • Tantangan etika: Kehadiran peneliti bisa mengubah perilaku partisipan tanpa disadari, dan tidak semua situasi sosial boleh diakses dengan mudah.
  • Sulit mencatat secara langsung: Karena peneliti ikut langsung, maka pencatatan dilakukan setelag kegiatan selesai.

Itulah artikel dari dosenmahasiswa.id tentang observasi partisipatif dalam penelitian yang sering dilakukan oleh mahasiswa dan peneliti. Semoga bermanfaat!

Referensi:

FK-KMK UGM. “Observasi atau Observasi Partisipasi dalam Penelitian.” 21 Juni 2021, fkkmk.ugm.ac.id/observasi-atau-observasi-partisipasi-dalam-penelitian/. Diakses 1 Desember 2025.

Seorang penulis konten edukasi dengan fokus pada topik akademik, penelitian, dan teknologi pendidikan. Memiliki pengalaman lebih dari 7 tahun dalam penulisan artikel seputar, universitas, skripsi, metodologi penelitian, dan pengembangan akademik mahasiswa.